Saturday, January 10, 2015

Monbukagakusho Research Student 2015 (Part 7): Hasil Final

Sejak September 2014, saya menunggu kepastian bahwa pengumuman secondary screening beasiswa Monbusho akan diumumkan pada awal Desember 2014. Artinya, saya harus menunggu selama kurang lebih 4 bulan. Dan itu menjadi 4 bulan yang rasanya lamaaaaaaaaa banget. Beruntung saya punya temen cerita yang sama-sama menunggu pengumuman ini. Ditambah dengan saya sering-sering cek dan ricek ke forum dan grup pemburu beasiswa monbusho research student dari berbagai negara, cukup melegakan karena informasi mengenai pengumuman 2nd screening memang belum ada.

20 November 2014, di beberapa forum udah heboh kalau pengumuman yang saya tunggu-tunggu sudah ada yang dinyatakan lulus. Saya mulai excited nggak sabar dapat email juga jadinya, soalnya saya belum terima email apa-apa. Akhirnya saya nanyain ke Mas Sanji (temen yg juga lulus monbusho) apa sudah terima email dari Kedubes atau belum. Akk! Ternyata udah. Panik lah saya. Kok saya nggak dapet emailnya?

"Selamat Guh, Lulus!", isi text message dari Mas Sanji setelah saya minta tolongin untuk liatin nama saya apakah ada atau enggak.

Alhamdulillah... sampe speechless karena sempat panik (kayanya saya sering panik). Haha jadi bego banget rasanya. Langsung saya minta di-forward isi notifikasi itu ke email saya buat mastiin sendiri. Soalnya rasanya beda gitu kalo udah lihat nama sendiri di list itu. Haha. Barulah sore harinya saya nerima email dari Kedutaan Besar Jepang bahwa saya lulus dari secondary screening dan ditetapkan sebagai penerima beasiswa research student. Ternyata emailnya agak telat nyampe ke saya. Baiklah, saya aja yang anaknya nggak sabaran.

Selain memberitahukan perihal kelulusan, informasi tersebut juga menginstruksikan saya untuk bergabung di sebuah grup facebook yang dimana nanti seluruh informasi terkait research student akan diinformasikan via grup tsb.

Meski sudah lulus secondari screening, namun penempatan universitas belum ditentukan oleh MEXT. Saya diminta untuk menunggu lagi, tapi nggak begitu lama, hanya sampai awal Januari 2015 saja. Saya mengira-ngira (tapi nggak tau bener sih), kalau dalam rentang waktu itu MEXT akan melakukan koordinasi dengan universitas berdasarkan preferensi yang pernah saya ajukan. 
***

Penempatan Universitas
Awal tahun 2015, saya berharap banget bisa diterima di salah satu universitas terbaik di Jepang (program research student dan selanjutnya inshaAllah bisa lanjut ke master program). Ini adalah awal tahun yang saya nanti-nantikan, awal tahun dimana memasuki masa-masa menjelang pengumuman penempatan universitas, dimanakah nanti saya  akan ditempatkan dari 3 universitas pilihan saya. (loa universitas)

Ternyata dugaan saya bener, hari pertama setelah masa liburan akhir tahun, yaitu tanggal 5 Januari 2015 perwakilan dari Kedubes Jepang memberikan pengumuman via facebook informasi mengenai penempatan universitas. Dan saya... ditempatkan di...



UNIVERSITY OF TSUKUBA !!

Alhamdulillah sesuai dengan harapan saya, University of Tsukuba ini merupakan kampus pilihan pertama saya yang saya ajukan untuk program research student monbusho. 

Saya direncanakan oleh MEXT untuk berangkat ke Jepang dan memulai research program pada April 2015. Hanya sekitar 3 bulan dari pengumuman penempatan universitas ini. Dan artinya, saya mesti persiapkan diri, terutama bahasa dan materi riset yang bisa saya angsur sebelum keberangkatan.

Bismillah, semoga Allah SWT melancarkan niat dan usaha saya menempuh pendidikan di Jepang. Because it's just the beginning :)

***
Kumpulan tulisan saya tentang pengalaman serta tips dan trik mendapatkan beasiswa Monbukagakusho Research Student 2015:


29 comments:

wahyun lutfie said... Reply To This Comment

Assalaamualaikum Wr. Wb.
Salam kenal mas Teguh.
Sangat meginspirasi sekali share pengalaman beasiswa monbusho nya.
Sangat detil sehingga saya juga tertarik ingin menyiapkan langkah untuk mendapatkan beasiswa monbusho.
Tapi ada yang membuat hati saya ciut, saya baca dari beberapa blog pengalaman penerima beasiswa monbusho, rata rata mereka pernah menerbitkan karya ilmiah yang pernah di publikasikan bahkan dibuat seminar nasional bahkan beberapa ada yang pernah menerbitkan buku dan novel.
Tetapi saya tidak punya prestasi seperti itu. Smua persyaratan untuk beasiswa ini insyaallah smua bisa saya kumpulkan tapi saya tidak punya prestasi akademik seperti itu. Karya ilmiah yang pernah saya buat sekedar penelitian waktu saya magang dan skripsi.
Apakah saya masih bisa ikut beasiswa ini dengan prestasi yang minim?
Mohon minta pendapat dari mas Teguh.
Terimakasih banyak.
Wassalaamualaikum

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@wahyun lutfie Walaikumsalam, wr.wb.
Salam kenal kembali Wahyun Lutfie. Terima kasih sudah membaca tulisan saya.
Memang betul jk pengalaman2 seperti pernah menerbitkan karya ilmiah, riset, ataupun buku juga bisa sangat membantu aplikasi kita di proses seleksi.
Tetapi, jelas sekali bahwa faktor penilaiannya juga bukan hanya dibagian itu saja. Sangat banyak faktor lainnya (mungkin saya bisa salah, mohon koreksinya), seperti rencana study/riset yang baik dan menarik.
Saya rasa setiap orang punya kesempatan yg sama asal kamu sudah penuhi setiap persyaratannya. Sebaiknya dicoba saja untuk apply beasiswa ini. Mungkin itu saja.
Good luck!

krisannisa said... Reply To This Comment

Alhamdulillah cieeee,,, selamat ya dapet MEXT nya, di Tsukuba yah,,semoga lancar dan berkah semuanya yaa... selamat sibuk sibuk nyiapin semua dokumen buat ke Jepang, bawa sangu macem-macem, kalo butuh konsul, please feel free to contact me, hehe.. good Luck ya
mas Teguh S1 angkatan brp kmrn?

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@krisannisa Hai mba nisa. Long time no see. *kaya yg pernah ketemu aja*
Alhamdulillah mba, padahal sempet panik jg karena pengumumannya lama banget. Iya mba, terima kasih sarannya. Bawa sangu apa ya? haha.
Saya angkatan 2007 mba :)

Giwangkara Ricky Perdana said... Reply To This Comment

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Halo, Teguh Budianto. Salam kenal.
Nama saya Giwangkara. Saya sangat tertarik membaca tulisan tentang LPDP dan Mobukagakusho. Kebetulan saya sangat ingin kuliah S2 di Jepang. Dan saya rasa kedua beasiswa tersebut dapat membantu saya mewujudkan mimpi itu.

Penjelasan mengenai syarat dan ketentuan pendaftaran Monbukagakusho sangat membantu serta sharing pengalamannya sangat menarik dan menginspirasi sekali. Jujur saya sampai gemetar membaca tulisan tersebut, antara excited tapi juga takut. Saya merasa takut apakah saya bisa memenuhi kriteria penerima beasiswa Monbukagakusho. Masalahnya ada di rencana studi. Saya pikir rencana studi itu hanya sekedar jurusan yang akan diambil di sana nanti tapi lebih ke rencana riset kita di sana. Dan rencana riset tersebut sepertinya lebih menjurus ke thesis yang akan kita buat nanti. Apakah riset tersebut harus sesuai dengan tema skripsi S1 kita? Karena kemungkinan saya akan mengambil tema thesis yang berbeda dengan tema skripsi S1 saya. Untuk jurusan saya memang ingin mengambil jurusan yang sama dengan jurusan S1 saya. Satu hal lagi yang membuat saya takut adalah, saya kurang berpengalaman dalam membuat proposal riset yang baik. Dan jujur saja, saya masih belum tahu riset seperti apa yang akan saya lakukan di sana. Padahal waktu pendaftaran kurang dari 2 minggu lagi (kalau pendaftaran sama seperti tahun-tahun sebelumnya di bulan April).

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, mengenai LoA. Saya sudah browsing mengenai cara mendapatkan LoA dari universitas Jepang di website tiap-tiap universitas. Dan rata-rata, hampir setiap universitas ada rekomendasi kedubes Jepang dari tiap negara untuk pendaftar dari negara di luar Jepang. Apakah untuk mendapatkan LoA kita harus lolos seleksi primary screening terlebih dahulu? Bila tidak bagaimana caranya? Soalnya saya ingin mencoba mendaftar Beasiswa LPDP sedangkan pihak LPDP tidak membantu dalam mengurus LoA di universitas tujuan. Dan saya tidak punya kenalan yang sedang kuliah di universitas Jepang.

Sebelumnya saya ucapkan selamat atas keberhasilan menerima Beasiswa Monbukagakusho di Tsukuba University. Semoga sukses dan lancar terus di sana. Membawa kebanggan dan nama harum bangsa Indonesia di Jepang, hehehe. Terima kasih banyak atas semua infonya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Giwangkara Ricky Perdana Walaikumsalam wr wb.
Salam kenal kembali Giwangkara. Terima kasih banyak sudah membaca tulisan saya.

Mengenai rencana riset, tidak masalah sebenarnya jika tidak sesuai dengan tema skripsi S1, karena tidak ada info tertulis yang menyatakan demikian. Seperti yang kamu sebutkan, bahwa yang wajib linier adalah program studinya. Namun, jika memang masih belum terpikir akan membuat rencana riset seperti apa, saya raya dengan mengembangkan tema riset selama S1 bisa jadi alternatif yang cukup baik. Lagipula, pengalaman riset sebelumnya akan sangat membantu pemahaman kita dalam menulis rencana riset tsb.

Untuk LoA, tidak harus mendapat rekomendasi dari Kedubes. Tetapi untuk Monbusho GtoG memang menyertakan berkas tsb.

Jika kamu berminat untuk mendaftar kuliah dengan beasiswa non-monbusho (katakanlah LPDP), kamu bisa langsung mendaftar dan bisa ditanyakan melalui International Student Affairs di masing-masing universitas tujuan mengenai prosedur pendaftarannya. Karena masing-masing universitas memiliki prosedur yang berbeda. Salah satu yang saya tau ada di Tokyo Tech: http://www.titech.ac.jp/english/graduate_school/international/graduate_program_c/overseas.html

Terima kasih banyak atas doanya. Semoga berhasil untuk mendapatkan kampus impian dan beasiswa studinya ya. Saya yakin kamu pasti bisa.

Wassalam.

krisannisa said... Reply To This Comment

oke, aku panggil kamu Teguh aja ya..
alhamdulillah aku ada temen juga yg di tsukuba,..
adek angkatanku juga mau berangkat nih tapi tokyo,sampe tak bikinkan list hehe.. kamu orang riau/padang kan? pastinya nanti bakal banyak masak.. bawa yg banyak daun daunan kayak daun salam, kunyit, lengkuas bubuk, kemiri, bawang goreng, daun jeruk. aku bahkan dulu bawa rendang jadi, yng kering, lumayan buat hidup tiga bulan pertama hehe.. aku juga bawa cobek batu, meskipun berat. baju aja yg dikit,, sisanya ransum hehe... klo cobek kayu gampang jamuran.
kamu nge lab nggak? bawa jas lab ya soalnya disini mahal

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@krisannisa Iya mba, panggil teguh aja. Temen mba namanya siapa yg di tsukuba? Eh adik kelasnya mba jg mau berangkat, siapa namanya mba? Jangan2 saya kenal. hehe.
Mba, aku jg mau dong dikasi list yg sama. Uhuk.
Iya mba, aku dari Riau. Rencana emang bawa rendang. Kalau2 belum cocok sama masakan disana.
Cobek batu bukannya berat banget mba? hehe.
Nanti ngelab juga, tapi gak pake jas-jas begitu kok mba. Soalnya aku di lab mainin komputer.
Mba, thanks banget!!!

krisannisa said... Reply To This Comment

di tsukuba namanya mas Tory, engineering Bandung, sebenernya temen kerja suamiku, sesama geologist. adek kelasku, farmasi UGM 2009 ke Tokyo Daigaku alhamdulillah dapet ajinomoto berangkat malam ini, namanya Dwi L.
haha iya cobek batu emang berat tapi precious banget, baju bajunya ngalah yang penting bs bawa cobek hehe..
walah enaknya nggak pake jas lab ya.. okay teguh selamat menempuh hidup baru di Tsukuba, insya Allah enak, kota kecil, palingan kamu baca ini udah di Tsukuba hehe,,,

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@krisannisa Hi mba! Saya sudah di Tsukuba memulai hidup yang baru. hehe.
Makasi banyak utk saran2nya, nanti kalo ketemu temen dan adek kelasnya saya sampaikan salam dari mba. *kaya bisa ketemuan aja* :D

thiwik8 said... Reply To This Comment

Halo,sy Thiwik. Sy ada pertanyaan ttg ujian tulis beasiswa ini. Apakah benar ada ujian tulis bahasa jepang? Apakah mas Teguh punya comtoh soal dr tahun2 lalu?

Terima kasih byk atas informasinya..

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@thiwik8 Hai Thiwik. Iya benar. Untuk monbusho research student akan ada ujian tulis bahasa jepang dan bahasa inggris. Mungkin tulisan saya ini bisa sedikit membantu: tes tertulis
Contoh soalnya ada di link ini: contoh soal monbusho

thiwik8 said... Reply To This Comment

Baik.trm ksh byk atas informasinya.sy buta bahasa jepang..😁 cuma bisa hiragana katakana aja..mungkin strateginya dimantapkan di bahasa inggris ya mas teguh..

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@thiwik8 Menurut saya juga begitu, dimaksimalkan aja di ujian bahasa inggrisnya. Utk ujian bahasa jepang jgn terlalu dipaksakan utk diselesaikan. Karena (bagi saya) mustahil dalam 2-3 bulan untuk mengejar kemampuan bahasa jepang di ujian tsb. Good luck! :)

thiwik8 said... Reply To This Comment

Baik. Trm ksh byk atas infonya. Mohon doanya Mas Teguh,sy ujian tulis tgl 15 ini..😊

thiwik8 said... Reply To This Comment

Halo Mas Teguh. Sy mau tanya lg. Waktu angkatan Mas Teguh, brp org yg lolos primary screening,dan brp yg akhirnya lolos secondary screening? Trm ksh atas informasinya..

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@thiwik8 hai thiwik! Seingat saya lulus semua... Semoga tahun ini juga lulus semua! :)

thiwik8 said... Reply To This Comment

Wah..hebat..semoga tahun ini juga bs berangkat semua. Mohon doanya Mas Teguh, dan trm ksh atas infonya..😊

bhaskara said... Reply To This Comment

Halo mas teguh, untuk yang lolos secondary screening, apakah ada yang ditempatkan di pilihan ketiga? Bagaimana kalau kita cuma mempunyai dua atau bahkan satu LoA saja? Apakah kemungkinan lolosnya masih besar?

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@bhaskaraHalo!
Sejauh ini yang saya tahu, kebanyakan diterima di pilihan pertama. Mungkin ada yang ditempatkan di pilihan kedua, itu juga cukup jarang terjadi.
Tidak masalah kalau hanya punya 1 atau 2 LoA. Salah satu temen saya di Tsukuba saat apply juga hanya pakai 1 LOA :)
Saya tidak bisa bilang kemungkinan lolosnya semakin besar, tapi untuk mengantisipasi saya rasa punya lebih dari 1 LOA akan lebih baik.

Desi said... Reply To This Comment

Assalamu alaikum..

Mas teguh, terima kasih ya udah menulis sedetail ini ttg beasiswa Monbukagakusho. Tulisan ini sangt memberikan pencerahan langkah2 apa yg harus di siapkan.
Kalo boleh sy mau minta kontak mas teguh. Ini email saya desi.rismayanti88@yahoo.com

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Desi Walaikumsalam,

Tentu saja boleh, saya sudah kirim email ke kamu ya.

Mr. Tukang Siomay said... Reply To This Comment

halo kak teguh. aku mau nanya itu ada tes kesehatan kaya narkoba hiv dll gitu kan sebelum berangkat? nah terus pas udah nyampe disana (di jepang) apa ada tes kesehatan ulang? THANKS KAK. DITUNGGU JAWABANNYA.

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Mr. Tukang SiomayHalo. Tes kesehatannya hanya dilakukan di Indonesia setelah dinyatakan lulus seleksi tahap pertama (wawancara & ujian tertulis).

Nurul Arsytawati said... Reply To This Comment

Salam kak Teguh Budianto.. kalau boleh tau, berapa jumlah penerima monbusho tahun 2015? dan kalau lebih rinci lagi.. D2,D3,S1 dan Research Student.. masing-masing berapa orang yang di terima..

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Nurul Arsytawati Hi, mohon maaf sekali saya lupa jumlah pastinya. Saya cuma ingat yang dapat research student itu ada 35 orang.

Semoga membantu ya.

Nurul Arsytawati said... Reply To This Comment

@Teguh Budianto

kak..bolehkan saya mengajukan beberapa pertanyaan?? kalau boleh..tolong email saya kak... nurulnunu31@gmail.com

Rafli Putra said... Reply To This Comment

@Teguh Budianto

Bang.. Kalau boleh saya juga ingin mengajukan beberapa pertanyaan.. boleh tolong email saya bang? Email saya: rafli.putra712@gmail.com

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

Halo, mohon maaf sekali saya baru bisa membalas pesannya. Saya sudah kirimkan email ke teman-teman. Terima kasih.

Post a Comment