Sunday, June 22, 2014

Monbukagakusho Research Student 2015 (Part 1) : Selayang Pandang

Siapa yang tidak kenal dengan Beasiswa Monbukagakusho atau yang lebih familiar dengan nama Monbusho (sebenernya karena saya nulisnya ribet, jadi disingkat saja), apalagi yang statusnya sebagai scholarship hunters. Saya kenal Monbusho sejak dari kuliah S1, saya kepengen banget "bisa daftar". Ya, gak muluk-muluk kok, sekedar bisa daftar saja. Meski dalam hati kecil saya, saya sangat berharap untuk bisa mencicipi pengalaman kuliah di Jepang lewat program beasiswa Research Student-nya. 

Monbukagakusho/Monbusho adalah beasiswa dari Pemerintah Jepang dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Olah raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MEXT) yang ditujukan untuk mahasiswa Indonesia. Sebenarnya MEXT juga memberikan beasiswa untuk negara lain, tetapi saya kurang begitu tau program dan skema beasiswa Monbusho di negara lain. Beasiswa Monbusho mencakup biaya penuh untuk studi di universitas Jepang, juga termasuk biaya hidup selama menjalani studi. Untuk setiap tahunnya, ada total 4000an berkas yang masuk untuk mendaftar ke semua program beasiswa Monbusho [1]. Program-program yang ditawarkan Monbusho adalah:

1. Program Research Student (untuk lulusan S1/ S2).
2. Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College (lulusan SMU).
3. Japanese Studies (untuk mahasiswa program studi Jepang) dan,
4. Teacher training (untuk guru).

Informasi detail untuk masing-masing program dapat dilihat di website Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Di website tersebut, informasinya cukup lengkap, termasuk juga informasi list dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran beasiswanya. Kali ini saya akan fokus ke pembahasan tentang Beasiswa Research Student-nya saja, karena kebetulan pengalaman saya hanya seputar ini. Saya sangat menyarankan untuk melihat-lihat dan membaca website resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk mendapatkan informasi yang lebih AKURAT terkait beasiswa Monbusho, karena apa yang saya tulis ini adalah berdasarkan pengalaman saya semata :)

***
Skema Beasiswa Monbukagakusho.

Beasiswa Monbusho terdiri dari 2 skema beasiswa, yaitu via University Recommendation dan Government Recommendation. Untuk detail masing-masingnya saya jelaskan di bawah ini:

1. University Recommendation (atau Monbusho U to U)
Skema pendaftarannya langsung diserahkan kepada universitas, biasanya pada saat pembukaan pendaftaran mahasiswa baru di Jepang, form application untuk universitas tersebut akan disertakan juga form untuk pengajuan beasiswa U2U. Ada juga beberapa universitas Jepang yang mensyaratkan untuk kampus asal applicant harus memiliki kerjasama terlebih dahulu dengan kampus tujuan. Jika kita lulus seleksi via universitas yang kita lamar, maka ada kemungkinan kita akan direkomendasikan oleh universitas ke MEXT. Dan bisa jadi kita hanya lulus seleksi universitas, tetapi tidak direkomendasikan universitas ke MEXT sebagai kandidat beasiswa. Informasi U2U ini masih minim banget dari saya, sebagai tambahan saya pernah apply ke Tokyo Institute of Technology dan kata calon Professor saya persaingannya cukup ketat untuk mendapatkan rekomendasi dari kampus ke MEXT, karena beasiswa ini direbutkan oleh mahasiswa internasional lainnya yang mendaftar lewat jalur yang sama dengan yang kita daftar. 
** Pengalaman mendaftar ke Tokyo Tech ada disini, tetapi saya gagal sih. Boro-boro dapat rekomendasi ke MEXT, tingkat universitas aja saya nggak lulus. haha). Jadinya saya nggak bisa banyak cerita soal skema beasiswa Monbusho U2U.

2. Government Recommendation (atau Monbusho G to G)
Untuk beasiswa Monbuso GtoG, pendaftaran dan proses seleksi dilakukan oleh Bag. Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Pendaftaran Monbusho G to G setiap tahunnya dibuka sekitar bulan April-Mei, jadi mulailah bersiap-siap menjelang bulan itu tiba, lebih baik lagi jika sudah disiapkan jauh hari. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi seperti seleksi berkas, test tertulis, dan wawancara (biasanya disebut dengan Primary Screening), maka candidate tersebut akan direkomendasikan ke MEXT oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Di MEXT sendiri adalagi seleksi tersendiri apakah seseorang bisa dinyatakan lulus atau tidak sebagai penerima beasiswa Monbusho (secondary screening). Jadi dengan kata lain, lulus Primary Screening belum jaminan seseorang applicant akan lulus juga di Secondary Screening. Lebih jelasnya nanti akan saya ceritakan di postingan selanjutnya :)

***
Tulisan lainnya seputar pengalaman Monbusho Research Student di bawah ini:
http://samybaladram.wordpress.com/category/monbukagakusho-2013
http://reisha.wordpress.com/2010/02/05/beasiswa-monbukagakusho-mext-research-student/

Saya terinspirasi untuk menulis ini dari blog-nya Mas Samy dan Mba Reisha seputar pengalaman mereka selama berburu beasiswa. Saya juga mengambil banyak manfaat dari kedua tulisan tersebut dalam proses saya mendaftar beasiswa ini.

***
Judul postingan ini kesannya melayu banget ya, nggak apa-apa ya soalnya saya dari Riau yang kental dengan budaya Melayu-nya. Selayang pandang juga sama dengan judul lagu melayu favorit saya. haha

***

Kumpulan tulisan saya tentang pengalaman serta tips dan trik mendapatkan beasiswa Monbukagakusho Research Student 2015:

48 comments:

miwwa said... Reply To This Comment

Aku ngincar yg ke-4 !!! Teacher training nyaaa.. tp ndatau nih ngajar di Pingu terhitung formal experience atau ga :(

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@miwwaWah, kalau itu sebaiknya ditanyakan langsung ke Bag.Pendidikan Kedubes saja miuw :D

Hidayah Anisa said... Reply To This Comment

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
kenalkan ka nama saya Hida, saya ada rencana untuk mneruskan studi s2 saya ke Jepang melalui beasiswa.

berhubung kaka udah dapet beasiswa monbusho sebagai research student maka saya pengen banget nanya sama kaka:

untuk sistem pendidikan master di jepang lewat monbusho ini apakah HARUS menjadi research student dulu sebelum menjadi master student?
karena kalau dari penjabaran kaka dan beberapa blog penerima beasiswa ini sistemnya memang harus jadi research student dulu ya baru kemudian mahasiswa master.
penelitian pada saat research student itu nantinya jadi tesiskah?

soalnya ketika saya bertanya di forum awardee LPDP di Jepang, LPDP TIDAK membiayai program research student, jadi langsung ke program masternya. katanya beberapa bidang studi di jepang ada yang tidak melalui research student, untuk program risetnya sejalan dengan program kelasnya.
status perlu atau tidaknya jadi research student atau tidak tergantung dari profesornya.

saya jadi bingung nih ka.

jadi sebenernya kalau mau ambil s2 di jepang itu harus jadi research student atau enggak?
dan untuk thesis s2nya itu hanya dari penelitian saat jadi research student atau ada program riset lagi saat menempuh program masternya?

research student itu programnya jadi satu atau terpisah dengan program masternya?

demikian ka, harap maklum, banyak berita dan info yang berbeda beda dari berbagai sumber bikin saya bingung. semoga info dari kaka bisa memberi saya pencerahan.

wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Hidayah Anisa Walaikumsalam wr. wb.
Kebanyakan memang menjadi research student terlebih dahulu sebelum masuk ke regular degree. Wah, kalau penelitiannya jadi thesis atau tidak, sepertinya saya belum bisa jawab karena programnya sendiri belum dimulai. Mungkin nanti suatu saat bisa saya share disini.

Iya betul, yang saya dengar juga seperti itu. Tetapi ada beberapa program di universitas jepang yang tidak melalui program research student terlebih dahulu. Seperti IGP (International Graduate Program) di Tokyo Tech.

Mungkin saya tidak banyak bisa menjawab pertanyaan Hida. Tetapi yang jelas research student itu terpisah dari program regular (master/doktor).

Semoga bisa membantu. Salam.

Anonymous said... Reply To This Comment

Assalamualaikum kak saya mau tanya, kalau pendaftaran monbusho yang untuk lulusan SLTA itu di buka nya kira'' kapan ya kak?
soalnya di website infonya tentang tahun lalu.

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Anonymous Walaikumsalam. Biasanya untuk setiap tahunnya di tanggal dan bulan yang sama. Jadi untuk tahun ini saya rasa sekitaran tanggal yg tertera di info tahun lalu :)

Anonymous said... Reply To This Comment

Hi Bang Teguh,
Selamat yah sudah diterima sebagai salah satu penerima beasiswa ini. Tahun kemarin, saya juga ikut ngelamar beasiswa ini tetapi tidak lolos untuk seleksi dokumennya.
Tahun ini saya rencana mau apply lagi. Boleh dishare untuk study plan dan personal statementnya sbgai referensi saya tidak ya?
Saya juga sudah review yang punya bang samybaladram sebagai referensi :)
Thanks ya

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Anonymous Hai, terima kasih. Boleh, silakan tinggal email saja ya nanti saya kirimkan.
Secara garis besar, punya mas samy sangat baik. Saya juga mulanya ambil referensi dari sana :)

Anonymous said... Reply To This Comment

Thanks ya, Mas Teguh. Email saya di johnsen.ong@hotmail.com. Ditunggu ya

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Anonymous Sudah saya kirimkan ya. Good luck!

vita said... Reply To This Comment

Kak Teguh, dirimu kemarin daftar MEXT syarat Toefl Score-nya pake yg apa? ITP atau apa?

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@vita Hi vita. Iya saya pake yang TOEFL-ITP waktu daftar Monbusho.

anchunnivychovy said... Reply To This Comment

Hai Kak Teguh, saya mau tanya, kalau untuk lulusan D4 Teknik Komputer apa bisa mendaftar ke Tokyo Tech melalui Monbusho ini, atau mungkin ada univ lain yang bisa menerima sarjana terapan di jepang? Dan saya mau minta tips nih kak, kira-kira lebih baik saya fokus buat JLPT N2 atau TOEFL ITP? saya galau haha...
thanks ka teguh :)

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@anchunnivychovyHi! Saya belum pernah tau nih kalau untuk lulusan D4. Mungkin ada baiknya mengirimkan email ke pihak tokyo tech, saya rasa mereka sangat responsif kok.
Haha, kalau emang udah bulat untuk ke jepang sebaiknya fokus ke JLPT aja, tapi bukan berarti bahasa inggris nggak penting lho ya :D
Bisa bahasa jepang akan sangaaaaaaat membantu selama di Jepang. Malah bahasa inggrisnya jarang2 kepake :(
Okay, mungkin itu aja. Good luck!

agus setiyawan said... Reply To This Comment

Assalamu'alaikum
Mas saya sudah berkomunikasi dengan salah satu professor Jepang, kami akan bertemu di Malaysia Skalian untuk Test wawancara menjadi research student, nah yg ingin sy tanyakan itu selama menjadi student research itu apakah biaya sendiri untuk biaya hidupnya? Karena sy berniat apply untuk master di bagian perikanan, dan melalui jalur lpdp? Berkaitan dengan hal tersebut lpdp tidak menanggung untuk biaya research student ?

Terima kasih
Ditunggu balasannya
Agus

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@agus setiyawan Walaikumsalam wr wb.
Setahu saya, beasiswa yang mengcover biaya selama research student adalah Monbukagakusho. Untuk kasus Mas, mungkin bisa didiskusikan dgn calon professornya. Tidak banyak skema beasiswa yang bisa menanggung biaya utk program research student. LPDP juga termasuk yang tidak mendanai hal tsb.

Simulia Putra said... Reply To This Comment

Hi Bang Teguh,
Selamat yah sudah diterima sebagai salah satu penerima beasiswa ini.
Tahun ini saya rencana mau apply. Boleh dishare untuk study plan dan personal statementnya sbgai referensi saya tidak ya? Email saya simuliaputra@gmail.com
Saya juga sudah review yang punya bang samybaladram sebagai referensi :)
Thanks ya

Anonymous said... Reply To This Comment

Assalamualaikum.
saya lulusan s1 bhs inggris mau lanjut lintas jurusan ke ekonomi atau IT. apa saya bisa ikut lamar program u to u ini? kalau bisa apa caranya sama?

saya udah tanya2 lewat email pendaftaran di campus dan ada uang pendaftarannya, bagaimana itu ya?? apa kita harus bayar sendiri atau diurus pihak beasiswa?
terima kasih, mohon jawabannya

Anonymous said... Reply To This Comment

Maaf pak mau tanya, kalau untuk program researchnya berapa tahun waktu kuliah?

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Anonymous Biasanya berkisar antara 6 s/d 12 bulan.

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Anonymous Saya kurang tau untuk kasus seperti ini, mungkin bisa ditanyakan ke pihak seleksi monbusho. Tapi setau saya, program ini diutamakan untuk yang jurusannya liniear.

Jika via monbusho, biaya tersebut akan dicover oleh beasiswa. semoga membantu.

Anonymous said... Reply To This Comment

Mas, saya lulusan d3 apakah bisa kita apply beasiswa ini untuk lulusan d3? Terimakasih

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Anonymous Mungkin ada baiknya ditanyakan ke pihak Kedubes Jepang mas untuk pertanyaan ini. Saya kurang informasi untuk lulusan D3 apakah bisa mendaftar atau tidak.

Wening Andayani said... Reply To This Comment

hallo kak teguh , saya mau nanya nih ,kalo lulusan DIII radiologi ingin lanjut ke kedokteran jepang ambil beasiswa monbusho itu nanti masuknya research student atau undergraduate of student?
terima kasih

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Wening Andayani Hi Wening, saya kurang yakin untuk memberi jawaban ini. Kamu mungkin bisa tanyakan ke Embassy of Japan tentang persyaratannya. Setau saya, untuk research student haruslah yang sudah lulus S1 atau S2.

Ada baiknya ditanyakan kembali ke Kedubes Jepang ya. Mohon maaf jawabannya kurang berkenan.

Safinah Hakim said... Reply To This Comment

selamat siang mas, sy mau apply untuk beasiswa dojtoral. Harus rreserach student dahulu atau langsung S3?

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Safinah Hakim Hi, saya pikir bisa langsung ke program S3 tanpa research student. Tentu saja dengan syarat sudah punya LoA sebagai mahasiswa doktoral di kampus tujuan. Dan ini biasanya tergantung dari negosiasi dgn calon professor pembimbing.

*note: bukan LoA research student.

Subroto said... Reply To This Comment

Selamat siang Bang Teguh,
Terima kasih sudah share pengalaman monbukagakusho, saya tahun ini ingin mencoba untuk melamar juga, tetapi agak sedikit bingung dengan perbedaan antara research topic dengan study program dan sedetail apa yang harus saya tulis.
Kalau tidak keberatan, apakah boleh saya melihat sudy plan dan research topicnya?
Jika tidak bisa, boleh saya minta email Bang Teguh untuk bertanya lebih lanjut?
Email saya subrotoph@gmail.com.
Terima kasih banyak.

mazkawaihi sabir said... Reply To This Comment

assalamualaikum kak teguh 😊
kenalin nama saya putri kak, rencana sy mau apply monbukagakusho thun ini. mohon doanya kak :)
skrg masih sedang mempersiapkan berkas, cuma application form bagian surname bikin sy bingung mau diisi apa. krn walaupun nama saya di ktp ada 3 kata, surname/family name tidak ada. apa sy tulis aja last name sy di bagian surname atau sy tulis nama fam sy?
mohon bimbingannya kak :)
sekalian jika kak teguh berkenan sy pengen lihat field of study, research plan, dan study plan kakak buat dijadiin referensi. tlg kirimin ya kak putriayumaharani.mail@gmail.com
terima kasih :)

Eka Fitriyani said... Reply To This Comment

Assalamualaikum Mas Teguh, Saya baru mau daftar tahun ini tapi penutupannya tgl 9Mei, apakah menurut mas saya masih bisa mempersiapkan semua persyaratannya?
Dan saya jujur masih buta sekali dengan riset seperti apa yang akan saya ambil, bagaimana tipsnya mas? saya dulu S1 jurusan manajemen concern di Marketing.
Bolehkah saya minta di email juga contoh riset punya Mas teguh ke ekafitriyn@gmail.com . Terimakasih banyaak :)

Desi Wulansari said... Reply To This Comment

Mas Teguh adakah tean mas teguh yang mendapatkan beasiswa Monbusho yang berasal dari jurusan sosial. saya sedang mencari info hampir semua yang di blog berasal dari jurusan eksak. terima kasih sebelumnya

Ni Made Anindya Santika Devi said... Reply To This Comment

Kak, aku mau nanya dong. Semua file harus dalam bahasa inggris kan? tapi print out registrasi online nya kan pake bahasa indonesia? brrti harus ditranslate ke bahasa inggris lagi apa gmn kak?
Satu lagi kak, utk sertifikat TOEFL, filenya 5 rangkap fotokopian semua kan, ga pake yg asli?

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@mazkawaihi sabir Walaikumsalam, last name nya ditulis sebagai family name. 2 kata awal nama depan ditulis sebagai surename. Saya rasa seperti saja tidak apa-apa.\

Good luck!

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Eka Fitriyani Walaikumsalam, menurut saya agak terlalu mepet sebenarnya. Tapi kalau memang yakin mampu menulis dalam waktu dekat, mungkin bisa dimulai lebih awal atau dari sekarang.

Semoga berhasil!

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Desi Wulansari Teman seangkatan saya banyak juga yang dari jurusan non-eksak. Mungkin mereka ngga nulis aja pengalamannya, jadi jangan khawatir. Menurut saya semua latar belakang bidang pendidikan punya kesempatan yang sama.

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Ni Made Anindya Santika Devi Untuk print out registrasi nggak perlu ditranslate, disubmit seperti itu saja. Karena itu mungkin untuk memudahkan pengurusan dokumen registrasi saja menurut saya.

Iya seingat saya, saya dulu hanya pakai fotocopian semua dan tidak menyertakan sertifikat asli TOEFL.

Good luck!

Uly Christina said... Reply To This Comment

Terimakasih kk Teguh udah mau Share pengalaman beasiswa nya. saya uly mahasiswa universitas negeri medan yang sangat tertarik dengan beasiswa ini.

sejak dulu saya sudah sangat tertarik dengan jepang dan kebudayaannya, nemu blog kk sangat menginspirasi saya untuk melanjtkan studi ke jepang

Mohon bimbingan nya ya kk untuk membantu saya, saya saat ini masih berupaya untuk melengkapi berkas-berkas nya. dan akan mengajukan program beaiswa nya untuk 2018 ataupun 2019 nn memang msh sangat lama saya harap masih terus bisa berkomunikasi dengan kk

mohon bimbingannnya ya kk ini contack email saya ulysitompul@gmail.com atau ulycsitompul@yahoo.co.id , saya harap kk mau balas email saya


Arigatougozaimasu kk

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Uly Christina Hi, Uly,

Terima kasih ya, semoga tetap semangat untuk mempersiapkan kuliahnya.

Untuk tahap awal ada baiknya fokus kepada prestasi selama di S1 saja terlebih dahulu.

Good luck!

yuli ana said... Reply To This Comment

aslm. selamat sore kak.. perkenalkan saya yuliana.. lagi searching tentang beasiswa monbusho nemu blok kk.. sangat menginspirasi... saya sedang mempersiapkan berkas untuk ikt beasiswa monbusho thn 2017... saya lulusan sarjana keperawatan...bolehkan saya lihat contoh study plan dan research proposal kk utk referensi...
email saya nz.yuu.lee@gmail.com
mksh kak...

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@yuli ana Walaikumsalam. Salam kenal kembali. I've sent the file to your email address. Good luck!

Maya Yolanda said... Reply To This Comment

Halo kak, salam kenal:)

Aku lagi fokus nyari info soal research student eh nemu blog ini :D
Aku skrg smester 8. dan akan sidang fbruari nanti.
aku jurusan akuntansu skrg ka. di jepang jarang ya ka akuntansi? kalo pun mau linear ke akuntansi itu gmn ka? mohon infonya ya kaa =)

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Maya Yolanda Halo salam kenal,

Mungkin bisa liniear dengan ilmu ekonomi atau bisnis. maaf ya, saya kurang tau akuntansi bisa liniear lebih detail ke bidang apa. Good luck.

Claudia Natalica said... Reply To This Comment

Halo Kak Teguh, apa kabar? Semoga kakak selalu dalam keadaan baik.

Perkenalkan, nama saya Claudia, dari Riau juga hehe :)

Saya sudah membaca posts kakak mengenai beasiswa monbu dari awal sampai post yang terakhir (post awal tahun 2017 nya ditunggu yaa kak ^^ ), sangat menarik dan informatif

Saya mau tanya kak, sewaktu awal baru tiba di Jepang,proses settle down nya bagaimana? Kehidupan di dorm bagaimana kak? Mengenai pengaturan bills dan segala macam, susah ga kak?

Kalau boleh, saya juga minta tolong contoh study plan dan research proposal dikirim ke email saya di c.natalica@gmail.com (mohon bantuannya yaa kak)

Goodluck untuk perkuliahan dan penelitiannya, semoga sukses selalu, ganbatte!

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Claudia Natalica Halo salam kenal. Terima kasih banyak sudah membaca tulisan saya.

Untuk away-awal di Jepang, di kampus kita akan disiapkan satu tutor yang akan membantu kita selama minggu-minggu awal di Jepang. Seperti pengurusan ID card, bank account, check-in dorm, nunjukin tempat belanja, dll. Jadi sangat terbantu, tapi kebanyakan mahasiswa tetep nyari orang Indonesia katanya lebih nyaman utk nanya ini itu.
Di dorm mungkin beda2 ya, kebetulan dorm saya tidak terlalu bersih dan ruangannya kecil. Ada dapur yg bisa dipakai bersama juga. Bills seperti itu biasanya akan dikirimkan ke alamat kita, kita tinggal bayar ke bank atau via ATM. gampang, disini utk proses bayar-membayar udah sangat mudah.

Terima kasih ya. Saya sudah kirimkan ke email di atas. Good luck!

raini asrivianti said... Reply To This Comment

Halo kak salam kenal

Saya ingin bertanya mengenai program degree nya, d bilang d sana setelah lulus program research, kan kita bsa apply untuk program degree s2 atau s3 d univ itu, dan kalo lulus

Pertanyaan saya, apakah itu jga termasuk kedalam program yang dibiayai MEXT? Program degreenya

Mohon jawabanya kak
Terima kasih

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@raini asrivianti Halo salam kenal kembali.

Iya betul, mulai dari pendaftaran kuliah, biaya hidup dan uang semester semuanya akan dibiyai oleh MEXT.

Penerima beasiswa research student punya kesempatan yg sangat besar untuk bisa melanjutkan ke program degree (S2/S3).

Semoga cukup membantu menjawab pertanyaannya. Good luck.

Handy Harjamulya said... Reply To This Comment

Selamat pagi kak Teguh... salam kenal semoga kakak sehat selalu.

Perkenalkan kak nama saya Handy Harjamulya dari jurusan teknik elektro dan baru lulus S1 Maret tahun 2017 ini kak... wah setelah membaca tulisan kakak mengenai pengalaman dalam mendapatkan beasiswa monbukagakusho ini sangat memotivasi saya kak.

Saya juga rencana ingin melanjutkan studi S2 ke jepang melalui beasiswa monbukagakusho ini kak... saya ingin bertanya kak apakah proposal research yang kita buat sudah pasti menjadi research yang akan kita lakukan di sana kak? apakah bisa berubah? dan kalau kaka, berapa lama membuat proposal research?

dan kalau boleh kak, saya juga minta tolong contoh study plan dan research proposal dikirim ke email saya di handyharjamulya@gmail.com.

Terima Kasih ya kak dan semoga studi kakak dilancarkan.

Teguh Budianto said... Reply To This Comment

@Handy Harjamulya Halo, salam kenal kembali. Spertinya bukan suatu keharusan apa yang kita kerjakan di jepang akan sesuai dengan proposal riset kita. Tapi tentu saja biasanya masih di satu field yang sama. Bahkan saya bisa katakan kebanyakan akan berbeda karena lab-lab di jepang sudah punya main core riset yang tinggal kita sesuaikan saja, nanti akan dibimbing oleh sensei untuk melanjutkan riset yang mana dan menjadi bagian dari studi grup apa.

kalau pengalaman saya, saya kebetulan jadi membuka satu riset grup baru di lab saya dan itu 100% berbeda dengan proposal riset saya.

Terima kasih. saya sudah kirimkan ke emailnya, semoga berhasil :)

Post a Comment